Senin, 28 Juni 2010

Virus yang menjadi musuh Hentai-Lovers

Meskipun konten 'adult' sudah mulai dibatasi, masih banyak pengguna 'nakal' yang secara diam-diam mencoba men-download file-file tersebut. Namun jika aktivitas 'nakal' mereka diketahui oleh semua pengguna online seluruh dunia, apakah mereka masih tetap ingin melakukan hal tersebut?

Saat ini, telah ditemukan sebuah virus yang bisa dibilang bisa membuat para pengguna 'nakal' jera untuk men-download konten 'adult'.



Dikenal sebagai Kenzero, sebuah virus yang berasal dari Jepang. Dalam tahap serangan awal, virus ini menargetkan pengguna layanan file-sharing bernama Winni, yang mengklaim sekitar 200 juta pengguna.

Ketika pelanggan Winni menggunakan situs untuk men-download salinan ilegal untuk permainan orang dewasa, animasi bergenre Hentai, PC mereka akan langsung terinfeksi virus Kenzero, yang membuat salinan historikal Web-browsing mereka dan diposting secara online, di mana akan dapat dilihat oleh publik.

Virus Kenzero muncul di Winni sebagai installer game standar yang setelah diinstall akan langsung menipu korbannya.

Hal ini cukup membuat malu para penggunanya. Siapa pun yang men-download game 'Hentai ilegal' tentunya tidak ingin semua aktivitasnya dipublikasikan ke seluruh dunia.

Setelah terinfeksi dan dipublikasi history Web-nya, korbanakan dimintai uang tebusan berupa catatan pop-up atau email permintaan pembayaran keuangan yang relatif kecil (sekitar US$16) untuk menyelesaikan pelanggaran Anda terhadap undang-undang hak cipta.

BBC melaporkan bahwa serangan pemerasan target pengguna yang serupa di Eropa, menuntut biaya lebih tinggi sebesar US$400, yang disebut 'penyelesaian pra-peradilan'.

Meskipun pada dasarnya tidak berbeda dengan malware pada umumnya, tindakan dari virus ini dianggap sangat kurang ajar dengan mengatasnamakan lembaga penegak hukum dan juga merupakan tindakan pemerasan ilegal.

Dalam kasus ini, Anda tidak harus membayar uang tebusan tersebut dan jangan sampai memberikan informasi perbankan Anda kepada pemilik virus. Mereka hanyalah penipu yang tidak akan menindak-lanjuti ancaman mereka.

Untuk masalah historikal browsing yang dipublikasikan, ini adalah resiko yang harus Anda tanggung sendiri. Anggap saja sebagai sebuah pembelajaran hidup yang tidak akan Anda ulangi lagi.

Sumber: Yahoo!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar