Senin, 10 Oktober 2011

Final Bosses of the Final Fantasy

Pertama-tama, saya selaku admin mau mohon maaf dulu, buat pembaca yang udah sering nyambangin blog ini, eeh... tapi ternyata nggak ada update apa-apa. Maklum,ketersediaan waktu yang kian terbatas membuat admin jadi makin jarang bikin artikel. Yah, karena udah sebulan vakum, maka aktivitas posting pun harus kembali dilanjutkan, supaya blog ini tetep eksis.

Okay, Setelah anime dan tokusatsu, ada baiknya kita kembali menengok pokok bahasan mengenai game, yang sudah cukup lama nggak disentuh. Jika kita membicarakan tentang game, maka rasanya kurang afdhol jika nggak menyinggung mengenai Final Fantasy, yang notabene adalah game RPG paling populer sepanjang masa.

Kendati demikian, bukan berarti para gamer telah memainkan semua serinya. Bagi gamer kelahiran tahun 80an, mungkin sudah pernah mencicipi kisah 4 ksatria cahaya yang dikemas sebagai pioneer dari saga Final fantasy ini. Sedangkan gamer era tahun 90an, pastinya bakal lebih akrab dengan nama-nama karakter seperti Cloud, Squall, hingga Zidane. Yah, Meskipun sudah pernah memainkan beberapa serinya, belum tentu para gamer sekalian berhasil menamatkannya. Bisa saja hal itu dikarenakan teka-teki yang kelewat susah, boss dengan tingkat kesulitan yang luar biasa, atau juga grafis & gameplay yang kurang adiktif, hingga pada akhirnya gamer jenuh dan berhenti di tengah jalan. Ujung-ujungnya, gamer tidak tahu siapa boss yang harus ditumpas demi selesainya game ini.

Oleh karena itulah, yuk kita tengok sejenak, siapa sajakah nama-nama yang selalu berdiri di jajaran terakhir di game fenomenal ini...

1. Final Fantasy
Boss: Chaos

Final boss dari seri pertama saga Final Fantasy ini adalah Chaos. Ketika Warrior of Light membunuh Garland, Four Fiends mengirimnya ke masa lalu. Disana, Garland menghisap kekuatan mereka dan kemudian berubah menjadi Chaos dan mengirim Fiends 'masa lalu' ke masa depan, dan membuat sebuah aliran waktu yang membuat Garland menjadi immortal. Warrior of Light kemudian kembali ke masa lalu untuk mengalahkan Four fiends yang asli dan membunuh Chaos.

2. Final Fantasy II
Boss: The Emperor

The Emperor merupakan boss terakhir yang harus dikalahkan oleh gamer untuk menyelesaikan game kedua ini. Begitu emperor telah terbunuh oleh Firion dan kawan-kawannya, dia kemudian dimasukkan ke neraka (baru kali ini yah, ada boss game yang masuk neraka). Tapi, ketika sudah berada di neraka dia justru menjadi penguasa di sana (buset). Firion dan kawan-kawan pun harus sekali lagi berhadapan dengan The Emperor of Palamecia di Pandemonium.

3. Final Fantasy III
Boss: Cloud of Darkness

Boss terakhir dari Final Fantasy III adalah Cloud of Darkness. Ketika Xande berhasil menghancurkan Crystal untuk menghentikan waktu sehingga dia tak bisa mati, secara tak langsung dia menciptakan ketidak seimbangan antara cahaya dan kegelapan. Akibat terganggunya keseimbangan antara 2 hal ini, maka muncullah Cloud of Darkness yang bertujuan untuk mengembalikan semuanya kepada ketiadaan. Meskipun sebenarnya dia membunuh Light warriors, mereka kemudian dihidupkan kembali dan kemudian datang ke dunia kegelapan dimana mereka bekerjasama dengan Warrior of the dark untuk menghancurkan Crystal dunia lain dan mengalahkan cloud of darkness, untuk mengembalikan keseimbangan.

4. Final Fantasy IV
Boss: Zeromus

Zeromus adalah boss terakhir yang harus dikalahkan oleh para gamer demi selesainya seri ke 4 saga Final fantasy ini. Setelah Golbez dan Fusoya menggabungkan kekuatan mereka untuk mengalahkan Zemus, kebenciannya akan mereka dan orang-orang di seluruh dunia kemudian memunculkan Zeromus. Cecil dan teman-temannya yang telah dibekali dengan kekuatan doa dan juga harapan dari seantero dunia, menggunakan crystal untuk mengalahkan Zeromus. Meskipun demikian, Zeromus berkata bahwa dia tak bisa mati dan tetap akan hidup selama ada kebencian di hati manusia.

5. Final Fantasy V
Boss: Neo Exdeath

Final boss dari Final Fantasy V adalah Neo Exdeath. Exdeath menggabungkan 2 dunia untuk mengeluarkan kekuatan void. Namun, void justru menguasai Exdeath, dan kemudian mengubahnya menjadi moster yang menginginkan kehancuran semua eksistensi. Dengan bantuan warrior of dawn generasi sebelumnya, generasi yang sekarang menghancurkan Neo Exdeath dan menciptakan kembali Crystals.

6. Final Fantasy VI
Boss: Kefka

Bagi yang telah menyelesaikan Final fantasy VI, pasti sudah tak asing lagi dengan nama Kefka. Dialah fibal boss yang harus dikalahkan oleh gamer di penghujung game. Menggunakan kekuatan dari 'warring triad', Kefka mengubah planet menjadi dunia yang penuh dengan kehancuran. Dia kemudian menghancurkan dan memerintah dunia seisinya sebagai seorang dewa. Dia menginginkan takdir dan seluruh bentuk kehidupan dimusnahkan dan tujuannya adalah untuk menciptakan 'ketiadaan'. Party kemudian mengalahkan Kefka, menghapus magic dan mengembalikan kehidupan pada planet, memberikan umat manusia untuk membangun kembali apa yang telah hilang.

7. Final Fantasy VII
Boss: Safer Sephiroth

Nama Sephiroth seolah sudah menjadi elemen penting yang tak bisa dipisahkan dari game Final fantasy VII. Sephiroth juga diplot sebagai boss terakhir dari seri ketujuh saga Final fantasy ini. Setelah menggunakan Black materia untuk memanggil meteor untuk menghancurkan planet, Sephiroth menyedot lifestream dan kemudian menjadi dewa. Cloud dan kawan-kawan kemudian menuju ke Northern Crater dan memasuki inti planet dimana terdapat Holy, satu-satunya kekuatan yang mampu menyelamatkan planet dari bencana meteor.
Mereka kemudian mengalahkan Safer Sephiroth dan dia kemudian menghilang ke dalam lifestream, melepaskan holy dan menghancurkan meteor. Setelah itu, ada scene pertempuran terakhir antara Cloud dan Sephiroth, tapi pertarungan ini sudah disetting, sehingga gamer tak mungkin kalah.

8. Final Fantasy VIII
Boss: Ultimecia

Boss terakhir dari Final fantasy VIII adalah Ultimecia. Setelah memanipulasi waktu dari saat ini ke masa depan untuk mencari Ellone dan mengacaukan kompresi waktu, Tujuan utama Ultimecia adalah menyerap segala bentuk ruang dan waktu, dan menjadi dewa yang tak terkalahkan. Dengan menggunakan kekuatan Ellone, Squall dan teman-temannya menuju ke masa depan dan sampailah mereka di kastil milik Ultimecia. Penyihir waktu ini kemudian berhasil dikalahkan dan kekacauan aliran waktu berhasil dipulihkan seperti semula. Meskipun demikian, Ultimecia kembali muncul di masa lalu dengan Squall, dan Squall menyaksikan Ultimecia mengalihkan kekuatannya kepada Edea, dan kemudian membuat Edea menjadi kaki tangannya di masa mendatang.

9. Final Fantasy IX
Boss: Necron

Jujur saja, saat memainkan game FF IX, saya sempat menyangka bahwa final boss nya adalah Kuja. Ketika Kuja tahu bahwa dia bukanlah makhluk abadi dan bisa saja mati, Kuja kemudian menghancurkan Crystal yang merupakan sumber dari segala kehidupan di memoria. Setelah kejadian itu, muncullah Necron. Necron beranggapan segala bentuk kehidupan ada hanya untuk satu tujuan, yaitu mati. Dan umat manusia dipaksa untuk menerima kenyataan ini dan kembali kepada ketiadaan. zidane tidak beranggapan demikian, dan berpendapat bahwa hidup akan terus berlangsung selama manusia memiliki keinginan untuk terus hidup. Party kemudian bertarung melawan NEcron dan berhasil mengalahkannya. Tapi Necron berkata bahwa dia akan tetap hidup selama masih ada kehidupan dan kematian.

10. Final Fantasy X
Boss: Braska's Final Aeon

Sebenarnya boss terakhir dari Final fantasy X adalah Yu Yevon. Tapi, saya tak beranggapan demikian, dan lebih cenderung memilih Braska's final aeon sebagai boss terakhir dari seri kesepuluh ini. 10 tahun yang lalu, ketika Jecht menjadi Final aeon untuk menghancurkan Sin, dia kemudian berubah menjadi Sin itu sendiri ketika dia dikuasai oleh roh Yu Yevon. Tidus dan kawan-kawan kemudian memasuki Sin, menuju ke inti dari makhluk tersebut, dan berhadapan dengan final aeon milik Braska. Hal ini membuat Sin menghilang, dan Spira terbebas dari lingkaran ketakutan. Setelah pertarungan ini, party kemudian harus bertempur kembali melawan Yu Yevon bersama semua Aeon yang telah didapatkan. Namun, saat itu party sudah berada dalam kondisi status Auto-life, dan hal ini membuat mereka tak mungkin kalah dalam pertempuran terakhir. Maka dari itulah, menurut saya Braska's final aeon merupakan tantangan terakhir yang harus dihadapi dalam game ini, dikarenakan gamer sudah pasti akan menang saat melawan Yu Yevon.

11. Final Fantasy X-2
Boss: Shuyin

Boss terakhir dari Final Fantasy X-2 adalah Shuyin. Dia berupa roh yang tersiksa dari Zanarkand ribuan tahun lalu. Shuyin bermaksud untuk mengaktifkan Ultimate Machina milik Bevelle yang bernama Vegnagun untuk mengakhiri perang antara Zanarkand dan Bevelle, sebelum kekasihnya Lenne dipaksa untuk berperang. Pada akhirnya mereka berdua tewas, dan Shuyin menjadi unsent.Kebencian dan juga penderitaan sudah menguasai pikirannya dn dia datang, dan bermaksud untuk menggunakan Vegnagun untuk menghancurkan seisi Spira demi mengakhiri pertempuran. Bertarung di dalam Farplane setelah menghancurkan Vegnagun, Gullwings akhirnya berhasil mengalahkan Shuyinn.

12. Final Fantasy XI
Boss: Shadow Lord

Boss Original dari Final Fantasy XI adalah Shadow Lord. Bermarkas di Castle Zvahl, Shadow Lord mengkomando seluruh Beastmen untuk menyerang 3 negara, yang menyebabkan pecahnya pertempuran crystal. Sebenarnya, dia adalah Talekeeper Galkan yang bernama Raogrimm, dia dimanipulasi oleh 2 pangeran jahat Zilart dan seorang black magicite misterius. Ketika para ksatria berhasil mengalahkannya, dia tersadar kembali dan meminta maaf atas semua kekacauan yang disebabkannya. Meskipun demikian, pangeran Zilart muncul dan mensummon Ark Angels untuk membunuhnya, bersama dengan player. Raogrimm kemudian mengorbankan dirinya, demi memberi waktu para ksatria untuk kabur. Sekali lagi, Raogrimm dirubah menjadi penyebab kehancuran, bernama Dynamis Lord dikarenakan pengaruh Dimensi dark energy.

13. Final Fantasy XII
Boss: Undying

Undying merupakan Final boss dari seri ke 12 game rpg ini. Ketika Kekaisaran Archadia dan Vayne menaklukkan Kerajaan Dalmasca, mereka kemudian mengalihkan bidikan ke seluruh penjuru Ivalice dan membuat mereka memusuhi Kekaisaran Rozarrian. Ketika party menantang Vayne diatas kapal tempur Bahamut, Venat menghilang ketika memberikan kekuatannya kepada Vayne dan hal itu membuat Vayne mampu bergabung dengan Bahamut dan menjadi Robot naga yang berbentuk manusia. Ketika party berhasil mengalahkannya, kematian Vayne membuat Basch, Putri Ashe dan saudara laki-laki Vayne (Larsa) mampu meyakinkan pemimpin pemberontakan Halim Ondore IV untuk mengakhiri pertempuran.

14. Final Fantasy XIII
Boss: Orphan

Final boss dari Final Fantasy XIII adalah Orphan, Fal'cie sekaligus sumber kekuatan utama yang membuat cocoon tetap mengudara. Orphan berbagi ideologi dengan Barthandelus mengenai siapa diantara 6 l'cie yang akan berubah menjadi Ragnarok dan segera membunuhnya sehingga seluruh penduduk cocoon terkorbankan demi mensummon 'the Maker'. L'cie kemudian mampu mengalahkan Orphan, namun sayangnya Vanille dan Fang mengorbankan diri untuk menjadi Ragnarok supaya cocoon bisa selamat dan terhindar dari Gran pulse. Hal ini mengakhiri dominasi Fal'cie akan umat manusia.

Setidaknya baru 14 seri diatas yang berhasil saya rangkum keterangan mengenai boss terakhirnya. Untuk beberapa waktu ke depan, saya juga ingin membahas mengenai beberapa spin off dari game rpg legendaris sepanjang masa ini. Well, semoga saja info-info diatas bisa berguna yah, untuk menambah sekilas pengetahuan kita mengenai Final Fantasy. Andaikata ada info/keterangan yang salah diatas, kalian bisa bantu saya mengkoreksinya melalui email/comments.
Oke, sampai jumpa di postingan berikutnya...!!

Posted by: Animovies
Resource: Finalfantasy.wikia.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar